BOKEH  

Untuk melakukan pertahanan dalam permainan bola voli disebut

Posisi Pemain Bola Voli – Jadi setelah beberapa waktu, pada kesempatan kali ini kita akan menyebarkan mengenai posisi pemain bola voli beserta tugasnya. Sehingga untuk kita yang gemar dengan olah raga bola voli akan lebih faham lagi mengenai posisi dan juga tugas dari masing-masing pemain bola voli.

Pengumpan adalah pemain bola voli yang memiliki tugas sebagai pemain yang pengatur jalannya agresi di dalam suatu tim bola voli. Jadi Tosser itu pada umumnya dia akan mengumpan ataupun mengoper bola kepada rekan di timnya dengan menggunakan banyak sekali variasi umpan.

Sehingga nantinya lawan akan terkecoh dan tidak dapat melakukan agresi dikarenakan variasi umpan yang tadi dilakukan.

Seorang tosser harus mampu menguasai bermacam-macam teknik, diantaranya mirip blocking maupuan smash yang nantinya dapat memudahkannya dan timnya dalam melawan/menghalau agresi lawan.

Kita tahu sebab sesuai dengan namanya, jadi Smasher itu ialah pemain bola voli yang memiliki tugas untuk melakukan pukulan ataupun smash bola kepada lawan, sehingga nantinya mampu menghasilkan poin ataupun nilai untuk tim.

Menjadi seorang smasher haruslah mempunyai kemampuan yang mampu melakukan agresi mirip halnya pukulan smash yang rupawan. Dikarenakan posisinya yang berada paling depan, maka Smasher dituntut untuk menjadi seorang yang piawai di dalam melakukan pertahanan di depan.

Terutama melakukan blocking. Jadi, untuk keberhasilan tim, Smasher mempunyai peran ganda, yakni sebagai “algojo” penyerang serta juga sebagai “benteng” pertahanan.

Untuk posisi pemain yang berada di depan juga bertanggung jawab secara penuh terhadap agresi yang dilakukan oleh lawan. Mereka harus berusaha sekuat tenanga dalam menutup Puncak-media.com gerak dari lawan di kawasan serang.

Nah, dengan adanya blocker, diperlukan pertahanan tim mampu lebih kokoh dikarenakan agresi lawan dapat dibendung ataupun dihalang-halangi.

Defender atau mampu disebut dengan Cover (Epilog) adalah pemain yang tak melakukan bendungan, akan tetapi ia bertugas untuk menutup kawasan yang dikosong bendungan. Seorang Cover memiliki tugas yang khusus guna mempertahankan lini belakang dari ancaman agresi yang dilakukan oleh lawan.

Pemain bertahan yang satu ini diharuskan mempunyai kekuatan serta kemampuan teknik passing yang baik. Pada posisi inilah yang memegang peran penting di dalam hal pertahanan. Oleh karena itu, menjadi seorang defender tak boleh maju ke garis depan untuk melakukan smash atau blocking.

Defender juga adalah seorang pemain bola voli yang memiliki untuk bertahan serta mendapatkan agresi dari lawan. Untuk itu seorang defender haruslah tangguh serta memiliki fisik yang prima.

Libero adalah pemain bola voli yang memiliki untuk mendapatkan ataupun menahan serangan-serangan yang dilakukan oleh lawan. Dikarenakan peran seorang libero ini ialah menahan ataupun mendapatkan bola dari lawan dengan cara menggunakan passing.

Baik itu passing atas maupun passing bawah, maka orang yang berperan menjadi seorang Libero harus menguasai teknik passing diatas rata-rata. Dan pemain libero ini bebas keluar masuk, tetapi tak boleh melakukan smash maupun melakukan blocking.

Menjadi seorang libero juga harus mempunyai kemampuan dalam hal melihat arah gerak bola (membaca bola) serta mengantisipasi gerakan tipu yang hendak dilakukan oleh lawan.

Server adalah posisi dimana pemain bola voli melakukan servis di dalam lapangan. Dan setelah melakukan servis, maka secara otomatis pemain tersebut merangkah untuk menjadi pemain belakang dalam membantu pertahanan.

Jadi Itulah tadi, Klarifikasi mengenai Posisi pemamain bola voli beserta tugasnya yang kami bahas secara singkat dan terang. Semoga pembahasan bola voli ini dapat menjadi ilmu tambahan bagi kita. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Pola Penyerangan dan Pertahanan Bola Voli Beserta Penjelasannya – Volly adalah olahraga bola besar yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Permainan ini dilakukan secara beregu pada lapangan 18×09 meter dengan memperhatikan setiap asas dan peraturan yang ada. untuk memenangkan sebuah pertandingan pemain dituntut harus menguasai teknik dasar mulai dari service hingga smash. Selain itu, tim pun wajib menyusun taktik yang memuat pola penyerangan dan pertahanan bola voli.

Pola Permainan Bola Voli

Secara garis besar materi yang membahas pola perwasitian bola voli, gugusan menyerang, dan cara bertahan sudah disampaikan bahkan sejak kita berada di bangku SD. Sayangnya, tak semua siswa hafal materi penjas tersebut meski sudah memperoleh penjelasan secara teori maupun praktek. Padahal jenis pola penyerangan bola volly maupun pola pertahanan acapkali bermetamorfosis sebagai butir soal ujian.

Kunci dari dua taktik tersebut terletak pada dua aspek yakni pemilihan gugusan dan kerjasama tim yang kompak. Semakin baik sinkronisasi antar keduanya maka semakin efektif pula pola pertahanan dan pola agresi bola voli yang mampu kita ciptakan. Apakah kalian sedang mendapat tugas untuk merangkum materi tersebut? kalau iya, maka simaklah artikel ini hingga selesai.

Saling menyerang dan bertahan sudah menjadi hal yang lumrah dilakukan dalam permainan berbasis kompetisi. Pemilihan pola agresi bola voli yang sesuai mampu menggempur musuh secara efektif, begitu juga sebaliknya. Oleh karenanya kalian harus pandai dalam memilih gugusan apakah ingin bermain offensive maupun defendsive.

Menyusun pola pertahanan bola voli terkadang juga menawarkan berbagai kelebihan. Terlebih kalau taktik tim kalian mengandalkan counter attack atau agresi balik. Memanfaatkan stamina lawan yang terkuras sebab terus menyerang kalian mampu menciptakan celah untuk membalikan keadaan.

Pola perwasitan bola volly pun juga menjadi salah satu aspek pengetahuan umum yang harus kita kuasai. Sebab wasit memegang peran penting untuk menjaga peraturan tetap dilaksanakan saat pertandingan berlangsung. Bisanya, adat menjadi wasit pertandingan sudah menjadi satu dengan materi dasar bola voli yang mampu kita temukan di buku penjas.

Dalam artikel kali ini aku ingin membahas lebih dalam taktik bola voli yang berisi pola agresi dan pola pertahanan. Selain itu, kita juga akan mempelajari pula beberapa teknik dasar beserta cara memilih gugusan yang sesuai untuk tim.

Pola agresi bola volly umumnya dilakukan secara proaktif oleh lini pemain depan. Taktik tersebut mampu dilaksanakan dengan cara menawarkan pukulan bertubi, smash keras, service loop, dan lain sebagainya. Dalam memilih agresi pun kita harus memperhatikan beberapa aspek yakni kondisi dan pola pertahanan bola voli yang dipakai lawan.

Baca juga : 8 Peraturan Permainan Bola Voli Nasional dan Internasional Terlengkap

Meski terkesan sederhana tapi faktanya tak mudah menciptakan pola penyerangan bola voli yang efektif. Berbagai potensi kegagalan sehingga menyebabkan blunder dan berakibat buruk untuk tim. Fokus dari taktik menyerang ialah membuat gugusan yang memungkinkan lini depan melakukan smash dan pukulan secara beruntun.

Gambarkan gugusan agresi bola volly terbaik yang bisa menggempur lawan. Inilah tugas yang biasanya diberikan guru kepada para siswanya. Padahal penjelasan perihal taktik menyerang dan pola permainan tersebut sudah tertulis rapi di buku LKS. Kalau kalian masih belum mengetahuinya maka simaklah pembahasan di bawah.

Gugusan Agresi

Sistem penyerangan adalah bentuk gugusan penyerangan tertentu dalam sebuah tim bola voli. Dalam hal ini terdapat tiga jenis pemain dengan tugasnya masing masing yaitu diantaranya:

  • Smasher (SM) adalah pemain yang tugasnya sebagai penyerang utama.
  • Set Upper (SU) adalah pemain yang tugasnya menawarkan umpan kepada smasher.
  • Universaler (U) adalah pemain yang tugasnya serbaguna.

Di bawah ini terdapat beberapa sistem pola penyerangan bola voli yaitu diantaranya:

Sistem 4 SM : 2 SU (4 Smasher dan 2 Set Upper)

Pola Penyerangan Bola Voli 4 SM : 2 SU


Sistem 4 SM : 1 SU : 1 U (4 Smasher, 1 Set Upper dan 1 Universaler)

Pola Penyerangan Bola Voli 4 SM : 1 SU : 1 U

Sistem 5 SM : 1 SU (5 Smasher dan 1 Set Upper)

Pola Penyerangan Bola Voli 5 SM : 1 SU

Baca juga : Cara Melatih Lompatan Jumping Smash Dalam Permainan Voli

Teknik Penyerangan

Dalam pola penyerangan bola voli juga terdapat teknik teknik di dalamnya. Dalam permainan bola voli sendiri terdapat hal penting dalam memperoleh angka yaitu kemampuan untuk smash. Smasher atau pemain yang bertugas untuk melakukan smash harus mempunyai kemampuan memukul bola dengan keras dan kegesitan yang baik. Adapun beberapa jenis smash bola voli yaitu meliputi:

  • Smash depan atau frontal smash.
  • Smash depan dengan putaran atau frontal smash dengan twist.
  • Smash pura pura atau dump.

Pada dasarnya taktik agresi bola voli harus dibuat fleksibel. Sebab tak selama terus menyerang itu menawarkan dampak positif. Ada kalanya pertahanan musuh begitu kuat menahan pukulan yang dilancarkan. Kalau sudah demikian alangkah baiknya tim berganti gugusan dan menggunakan pola agresi berbeda. Tujuannya tak lain untuk mengecoh dan memecah gugusan bertahan musuh.

Kunci utama dari pola penyerangan bola voli ialah menciptakan pukulan yang efektif sehingga bisa mendesak lawan. Pemain pun juga harus mampu membaca situasi dan menemukan celah pertahanan agar dapat mencetak angka.

Pertahanan ialah dasar utama dalam menjalankan agresi balik ke tim lawan. Serangkaian agresi tidak dapat dilakukan secara efektif kalau kalian memakai pola pertahanan tepat. Refleks cepat serta kerja sama tim yang solid akan bisa menepis smash, passing, maupun loop service.

Bukan perkara mudah memainkan taktik bertahan bola voli sebab diharapkan kesabaran dan ketelitian. Kalian harus siap menahan dan harus bisa mengembalikan pukulan musuh. Untuk melakukan hal demikian kalian perlu menyusun gugusan bertahan yang kuat dari banyak sekali macam agresi.

Sebenarnya, gugusan pola pertahanan bola voli sudah diajarkan pada kita bahkan sejak berada di bangku SMP. Beberapa gugusan bertahan terbaik bahkan tercantum dalam buku LKS penjas. Kalau kebetulan kalian mendapat tugas untuk merangkumnya maka simaklah penjelasan di bawah.

Gugusan Bertahan 1 : 3 : 2 (Blok 1 Pemain)

Pola pertahanan bola voli yang pertama adalah sistem 1 : 3 : 2 atau blok 1 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya adalah satu pemain bertugas sebagai pemain blok, kemudian tiga pemain sebagai pertahanan kawasan tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Sistem pertahanan ini berkhasiat untuk menghadang bola jatuh dari net lawan, smash lemah, dink, dan plesing agresi lawan.

Gambar Pola Pertahanan 1 : 3 : 2
  • → adalah agresi lawan
  • X3 adalah pemain blok
  • X4, X6, dan X2 adalah pemain pertahanan tengah
  • X5 dan X1 adalah pemainan pertahanan belakang

Gugusan 2 : 2 : 2 (Blok 2 Pemain)

Pola pertahanan bola voli selanjutnya adalah sistem 2 : 2 : 2 atau blok 2 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya adalah dua pemain bertugas sebagai pemain blok, kemudian dua pemain sebagai pertahanan kawasan tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Adapun bentuk pola pertahanan dalam bola volinya yaitu sebagai berikut:

Gambar Pola Pertahanan 2 : 2 : 2
  • → adalah agresi lawan
  • X4 dan X3 adalah pemain blok
  • X5 dan X2 adalah pemain pertahanan tengah
  • X6 dan X1 adalah pemainan pertahanan belakang

Pola pertahanan bola voli selanjutnya adalah sistem 3 : 1 : 2 atau blok 3 pemain. Pola permainan bola voli ini maksudnya adalah tiga pemain bertugas sebagai pemain blok, satu pemain sebagai pertahanan kawasan tengah dan dua pemain sebagai pertahanan belakang. Sistem pertahanan ini berkhasiat untuk menghadang smasher yang berkemampuan kreatif dan produktif. 

Sistem Perwasitan Bola Voli

Setelah membahas perihal pola penyerangan bola voli dan taktik bertahan volly. Selanjutnya aku akan menjelaskan pola permainan yang berupa perwasitan. Wasit sendiri termasuk komponen penting untuk menjaga jalannya pertandingan agar tetap sportif. Wasit inilah yang menentukan sah atau tidaknya setiap gerakan yang dibuat oleh para pemain.

Baca juga : Cara Melatih Timing Smash Voli Agar Sempurna dan Pas

Dalam pertandingan bola voli terdapat wasit I (wasit utama) yang memimpin jalannya permainan. Kemudian adapula wasit II yang bertugas membantu wasit utama. PBSI sebagai induk organisasi yang menaungi permainan bola voli indonesia berhak menentukan kriteria seorang wasit. Jika seseorang ingin menjadi wasit maka harus memenuhi beberapa syarat meliputi:

  • Sehat rohani dan jasmaninya.
  • Memiliki bakat sebagai wasit.
  • Mempunyai minat dalam bola voli.
  • Minimal lulusa SMA sederajat.
  • Berusia 20 hingga 40 tahun.
  • Memiliki dedikasi yang tinggi.
  • Termasuk dalam salah satu anggota perkumpulan olahraga bola voli.

Dalam perwasitan bola voli adapula beberapa perlengkapan dan pakaian wasit yang sesuai dengan ketentuan pertandingan. Adapun perlengkapan wasit yang diharapkan yaitu meliputi:

  • Menggunakan baju kaos berkerah dan celana.
  • Menggunakan sepatu dengan karet putih.
  • Menggunakan badge wasit berdasarkan kriterianya.

Pola permainan bola voli tidak hanya berupa pola penyerangan bola voli dan pola pertahanan bola voli saja. Tetapi adapula pola perwasitan bola voli yang perlu diperhatikan. Selama memimpin jalannya pertandingan bola volly, wasit menggunakan peluit yang ditiup selama pertandingan. Baik itu di awal pertandingan, diakhir, ketika terjadi pelanggaran, maupun pemberhentian pertandingan sejenak.

Peluit hanya dapat ditiup oleh wasit I dan wasit II sebagai pemimpin permainan bola voli. Meski terkesan memegang kendali pasti tapi ada beberapa prosedur mewasiti yang wajib diperhatikan. Meski cara mewasiti sudah tertulis rapi di buku pedoman tapi tak ada salahnya jika kalian menyimak kembali beberapa aspek berikut:

  1. Wasit I menawarkan tanda dimulainya pertandingan bola voli dengan pelaksanaan servis.
  2. Wasit I dan II menawarkan tanda saat permainan bola voli diakhiri mirip terjadi pelanggaran ataupun bola mati.
  3. Peluit yang ditiup sebagai tanda bola mati berkhasiat saat wasit melakukan penolakan atau persetujuan terhadap permohonan tim.
  4. Peluit dapat ditiup oleh wasit I saat salah satu pemain dalam regu tim melakukan pelanggaran tertentu sehingga dapat diberikan hukuman ataupun peringatan.
  5. Wasit harus memiliki isyarat tangan dan sikap yang resmi dalam meniup peluit sebagai tanda permainan telah berhenti, pergantian servis, salah satu regu memperoleh angka dari kesalahan tim lawan, maupun pemain melakukan kesalahan.
  6. Secara resmi, hakim garis dan wasit harus memiliki isyarat tangan dalam sifat kesalahan secara resmi. 

Selain prosedur mewasiti di atas, adapula posisi wasit yang benar dalam permainan bola voli. Pola perwasitan bola voli tersebut mencakup beberapa hal di dalamnya. Salah satunya adalah posisi wasit ini. Posisi wasit I dan wasit II saat menjalankan tugasnya berada di sisi kiri dan kanan lapangan sesuai dengan peraturan yang ada. Letak posisi wasit I adalah berdiri atau duduk di atas kursi wasit yang ada di ujung salah satu net.

Pandangan wasit I ini memiliki arah sekitar 50 cm dari atas net secara horizontal. Kemudian tugas wasit II dapat dijalankan sambil berdiri menghadap wasit I atau berada di sisi yang berlawanan dengan wasit I. Wasit II ini harus berdiri di kawasan sepanjang penerima service bagian depan saat salah satu tim melakukan servis. Setelah itu wasit II dapat kembali ke meja pencatat bagian depan.

Demikianlah penjelasan mengenai pola penyerangan bola voli, pola pertahanan bola voli dan perwasitan bola voli lengkap. Bola voli adalah salah satu olahraga bola besar yang dilakukan secara beregu. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda dan terima kasih telah berkunjung di blog ini.


Post Views:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published.