BOKEH  

Suatu norma yang berlaku untuk seluruh umat manusia bersifat

anams.id – Norma adalah akibat dari ciptaan manusia selaku makhluk sosial, dini mulanya norma tercipta secara tidak berkala dengan lama kelamaan norma- norma tersebut disusun serta dibangun secara sadar. Norma yang ada dalam warga berisi tata tertib atauran serta petunjuk standar yang mempunyai sikap yang cocok ataupun normal.

Manusia dilahirkan serta hidup tidak terpisahkan satu sama lain, melainkan kelompok. Hayati berkelompok ini adalah kodrat manusia dalam penuhi kebutuhannya. Dalam hidup berkelompok itu terjadilah interaksi antar manusia.

Hubungan yang dicoba tentu terdapat kepentingannya, sehingga bertemulah 2 ataupun lebih kepentingan. Kepentingan tersebut diucap“ kontak”.

Pengertian Norma Bagi Para Pakar

Nir hanya penafsiran secara universal norma diatas terdapat pula komentar dari para pakar yang mendefinisikan penafsiran norma. Macam- macam penafsiran norma yakni selaku berikut.

  • Bagi John J. Macionis( 1997)

Penafsiran norma baginya yakni seluruh ketentuan serta cita-cita warga yang memandu seluruh sikap anggota warga.

Penafsiran norma baginya yakni sesuatu rancangan yang tepat dari sikap manusia yang membagikan batas untuk sesuatu anggota masyarakatnya buat menggapai tujuan hidup yang sejahtera.

  • Bagi Antony Giddens( 1994)

Penafsiran norma baginya yakni suatu prinsip ataupun ketentuan yang terang, nyata ataupun konkret yang wajib dicermati oleh tiap warga.

Penafsiran norma baginya yakni suatu perlengkapan buat mengendalikan tiap orang dalam sesuatu warga supaya berperan serta berperilaku cocok dengan perilaku serta kepercayaan tertentu yang berlaku di warga tersebut.

Penafsiran norma baginya yakni seluruh himpunan petunjuk hidup yang mengendalikan bermacam tata tertib dalam sesuatu warga ataupun bangsa yang mana peraturan itu diwajibkan buat ditaati oleh tiap warga, jika melanggar sampai hendak terdapatnya aksi dari pemerintah.

Fungsi Norma

Norma mempunyai sebagian guna dalam kehidupan di masyarkat. Fungsi- fungsi norma tersebut yakni selaku berikut.

  • Buat mengendalikan tingkah laku warga cocok nilai yang berlaku.
  • Mampu menolong menggapai tujuan bersama warga.
  • Mampu menghasilkan kedisiplinan serta keadilan dalam area warga.
  • Selaku bawah membagikan sanksi kepada warga yang melanggar aturan- aturan yang ada dalam norma.

Karakteristik-Karakteristik Norma

Norma mempunyai sebagian identitas yang ada dalam warga, identitas norma sosial yakni selaku berikut.

  • Secara biasanya tidak tertulis
  • Adalah akibat dari kesepakatan
  • Masyrakat adalah pendukung yang menaatinya
  • Melanggar norma sosial memperoleh sanksi ataupun hukuman
  • Membiasakan dengan pergantian sosial sehingga mampu dikatakan jika norma sosial mampu hadapi pergantian.
  • Terbuat secara sadar.

Norma Agama

Peraturan hidup yang diterima warga selaku perintah- perintah, larangan- larangan, dan anjuran- anjuran yang berasal dari Yang kuasa lewat para nabi.

Bersifat Universal serta umum dan berlaku untuk segala kalangan manusia di dunia.

Tujuan Buat mencapain sesuatu kehidupan yang beriman cocok dengan agama yang diantunya.

Hukuman Diberikan oleh Yang kuasa diakhirat cocok dosa- dosa yang diperbuatnya.

Apabila norma agama ini mampu diterapkan dengan baik, sampai tujuan hidup manusia buat sejahtera, nyaman serta tenang hendak mampu terwujud dengan baik. Mempraktikkan norma agama dikira selaku kewajiban dari umat beragama, buat berbakti kepada Yang kuasa Yang Maha Esa.

Norma Kesusilaan

Norma yang bersumber dari hati nurani( batin) manusia, supaya manusia senantiasa berbuat kebaikan serta tidak melaksanakan perbuatan yang tercela.

Bersifat Generik, adalah mampu diterima oleh segala umatmanusia, dimanapun, serta kapanpun pula.

Tujuan Buat mewujudkan keharmonisan ikatan antara manusia.

Hukuman Rasa bersalah serta penyesalan mendalam untuk pelanggarnya.

Model norma kesusilaan, antara lain:

  • Jujur dalam perkataan serta perbuatan
  • Menghormati sesama manusia
  • Menolong orang lain yang membutuhkan
  • Nir mengusik orang lain
  • Mengembalikan hutang

Baca Juga :   Revolusi Hijau Ialah

Norma Kesopanan

Norma kesopanan: norma yang timbul serta tumbuh dalam pergaulan warga tertentu

Bersifat spesial, terbatas, serta lokal.

Tujuan buat mengendalikan tingkah laku warga yang terdapat disekitarnya.

Hukuman tidak tegas, namun mampu diberikan oleh warga, berbentuk cemoohan, celaan, hinaan, ataupun dikucilkan dari pergaulan dan dipermalukan.

Model norma kesopanan, antara lain:

  • Orang belia wajib memakai bahasa yang lebih halus jika berdialog dengan orang yang lebih tua
  • Mempersilakan perempuan duduk, jika bis ataupun kereta sudah penuh
  • Mengetuk pintu jika bertamu
  • Gotong royong buat kepentingan bersama
  • Mengundang orang sebelah jika menyelenggarakan program

Norma Hukum

Norma hukum: peraturan- peraturan tertulis yang mencuat dari hokum( kaidah hukum) yang terbuat oleh penguasa, isinya mengikat tiap orang serta penerapannya mampu dipertahankan dengan seluruh paksaan oleh alat- perlengkapan negeri.

Bersifat tegas serta memaksa

Tujuan menghasilkan kedisiplinan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

Hukuman denda serta hukuman raga( dipenjara, hukuman mati)

Model norma hukum, antara lain:

  • Peraturan kemudian lintas
  • Ketentuan hukum pidana( KUH Pidana)
  • Ketentuan hukum pajak
  • Hukum tata negara
  • Hukum administrasi Negara
  • Perbandingan Antara Norma Hukum serta Norma Sosial

Norma Hukum

  • Aturannya tentu( tertulis)
  • Mengikat seluruh orang tidak tertulis
  • Mempunyai perlengkapan penegak hokum
  • Terbuat oleh penegak hukum
  • Bertabiat memaksa
  • Untuk yang melanggar berat sanksinya

Norma Sosial

  • Kadangkala aturannya tidak tentu dan
  • Terdapat/ tidaknya perlengkapan penegak tidak absolut
  • Terbuat oleh masyarakat
  • Bertabiat tidak sangat memaksa
  • Sanksinya ringan


Di jawab yaKapan deklarasi Bangkok diadakan?​


Jelaskan bagaimana kekuasaan politik di Indonesia bisa menghipnotis kebijakan di Indonesia?


berikan contoh-contoh ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial, masing-masing 5 contohtolong cepet dijawab ya butuh bangett​


Ayangg Criiin jawabanya ayang Cari nama lain dari piagam Jakarta menurut Soekarno dan Soepomo 19.57 Diteruskan Menurut moh.yamin piagam jakarta merupa


kan uud nntinya sedangkan menurut soekarno dan soepomo ialah… 19.57​


jelaskan masa remaja Soekarno​


Kapan terjadinya peristiwa Rengasdengklok?​


lembaga yang menjamin terlaksana nya sila ke 2​


Tolong dijawab ya. besok mau dikumpul​


Tolong dijawab ya. besok mau dikumpul​


Jelaskan definisi tidak boleh dengki dalam larangan dasar Pancasila krama​

Pengertian Norma dalam Masyarakat – Dalam kehidupan di masyarakat agar tidak terjadinya perpecahan dan konflik acapkali adanya peraturan-peraturan untuk mengatur lingkungan tersebut. Dimana dengan adanya norma yang berlaku dalam lingkungan, setiap orang akan memiliki kesadaran atas batasan dari suatu perbuatan yang boleh dilakukan maupun hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

Majemuk norma diterapkan dan melekat di tengah kehidupan masyarakat sehari-hari. Norma-norma yang ada biasanya mampu berupa aturan tertulis maupun tidak tertulis yang dipatuhi masyarakatnya guna menciptakan lingkungan yang harmonis. Norma juga acapkali disebut sebagai suatu kaidah yang berlaku untuk mengatur setiap perbuatan manusia.

Dengan adanya norma, maka tatanan kehidupan dalam lingkungan masyarakat akan tetap terjaga dan jika tidak dilaksanakan oleh setiap anggota di dalam lingkungan tersebut maka tatanan masyarakat tersebut akan kacau dan melanggar segala peraturan yang ada dan berlaku. Namun, apa pengertian dari norma itu sendiri? Simak berita dan penjelasan berikut.

A. Pengertian Norma

Norma adalah kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu norm yang memiliki arti patokan, pedoman, atau pokok kaidah dan bahasa Latin yaitu mos yang memiliki arti tata kelakuan, tata cara adat, atau Norma.

Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya mengikat suatu kelompok orang didalam masyarakat. Dimana norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan juga pengendali tingkah laku yang sesuai.

Craig Calhoun adalah sosiologis asal Amerika menyatakan, norma baginya adalah suatu pedoman maupun aturan yang menyatakan bagaimana seorang individu seharusnya bertindak di dalam suatu situasi ditengah masyarakat.

Sedangkan, menurut E. Utrecht yang adalah ilmuwan sekaligus pakar hukum yang lahir di Surabaya, menggambarkan bahwa norma sebagai segala himpunan petunjuk hidup yang digunakan untuk mengatur banyak sekali tata tertib di dalam masyarakat maupun bangsa dimana peraturan tersebut harus ditaati oleh setiap masyarakat, dan kalau melanggar akan ada suatu bentuk konsekuensi dari pihak yang berwenang.

Berdasarkan pengertian yang ada dari banyak sekali macam ahli dan Kamus Besar Bahasa Indonesia di atas mengenai pengertian norma, dapat disimpulkan bahwa normal sosial adalah aturan yang dibentuk sebab adanya suatu kebutuhan masyarakat akan ketertiban yang ingin dicapai dalam kehidupan sehari-hari, dan kalau norma atau peraturan yang ada dilanggar, orang tersebut akan menerima sanksi sesuai dengan kesepakatan yang sudah berlaku.

Broom dan Selznic

Broom dan Selznic mengatakan bahwa norma ialah sebuah rancangan yang sifatnya ideal serta berasal dari perilaku manusia yang menawarkan batasan bagi suatu anggota masyarakatnya dengan tujuan agar mampu mencapai tujuah hidup yang lebih sejahtera.

Bellebaum yang adalah sosiologis asal Jerman, menyatakan bahwa norma sosial adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur tiap individu yang ada dalam suatu lingkungan masyarakat agar bertindak maupun berperilaku yang sesuai dengan sikap dan keyakinan tertentu yang berlaku dalam lingkungan tersebut.

John J. Macionis

Menurut John J. Macionis yang adalah profesor sosiologi menyatakan(1997), norma adalah segala aturan dan cita-cita yang ada di masyarakat yang memandu segala perilaku yang dilakukan anggota masyarakat.

Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto yang adalah Lektor Kepala Sosiologi dan Hukum Tata cara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia juga menyatakan bahwa norma sosial ialah sebuah perangkat yang di mana norma tersebut dibuat agar relasi yang ada di dalam suatu lingkungan masyarakat dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan atau diperlukan.

C. Fungsi Norma

Mirip yang sudah dijelaskan di atas, norma adalah suatu hal yang penting bagi masyarakat untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian bersama. Berikut beberapa fungsi norma yang ada di masyarakat:

  • Untuk memastikan terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih aman dan tertib.
  • Untuk mengatur perbuatan masyarakat agar sesuai dengan nilai yang ada dan berlaku.
  • Agar dapat mencegah adanya benturan kepentingan antar masyarakat.
  • Untuk membantu masyarakat dalam mencapai tujuan atau kesepakatan bersama.
  • Digunakan sebagai petunjuk maupun pedoman yang dapat digunakan untuk menjalani hidup di lingkungan masyarakat sebagai individu.
  • Norma digunakan agar dapat mengatur perilaku masyarakat.
  • Norma digunakan agar adanya suatu batasan untuk tidak dilanggar .
  • Norma digunakan untuk mendorong individu untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang ada berdasarkan nilai-nilai yang berlaku.

D. Macam-Macam Norma

Di dalam lingkungan masyarakat sendiri, norma dibagi menjadi 2 berdasarkan sifatnya yang terdiri dari:

1. Norma Formal

Norma formal, adalah suatu aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang dirumuskan oleh pihak yang berwenang mirip pemerintah maupun lembaga masyarakat atau institusi resmi yang berkhasiat untuk mengatur masyarakat dan memastikan adanya kesepakatan bersama yang sifatnya resmi maupun formal.

Model dari norma formal yaitu, mengenai pelestarian lingkungan hidup yang diatur dalam Peraturan Kawasan No. 6 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Kawasan. Yang kedua, norma mengenai penataan pemukiman yang diatur dalam Peraturan Kawasan No. 7 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Kawasan. Selanjutnya, kependudukan yang diatur dalam Peraturan Kawasan No. 15 Tahun 2008 yang tertera pada Lembaran Kawasan, dan masih banyak lagi.

Banyak sekali norma formal lainnya, mirip nilai Pancasila dan juga UUD 1945 daat kau pelajari dalam buku Teori Hierarki Norma Hukum yang membahas mengenai wujud penerapan dari sistem negara hukum Indonesia.

2. Norma Non Formal

Norma non-formal ialah suatu bentuk ketentuan maupun aturan yang dijalankan masyarakat dalam sebuah lingkungan tanpa diketahui siapa yang merumuskannya dan biasanya bentuk dari norma non-formal ini tidak tertulis, namun masyarakat menjalankannya sebab kesadaran ataupun sudah menjadi Norma dalam diri untuk menjaga keharmonisan lingkungan masyarakat yang sifatnya tidak resmi dan tidak memaksa masyarakatnya untuk menjalankan aturan tersebut.

Model dari norma non-formal, yaitu aturan-aturan yang ada di rumah maupun keluarga, mirip bagaimana cara kita bersikap saat makan maupun minum, dan juga bagaimana cara kita berpakaian yang biasanya norma non-formal ini berbentuk sebuah Norma.

Buku Etika Dan Norma Konsumsi Dalam Islam adalah salah satu bentuk penerapan dari norma non-formal ini, dimana cara kita makan maupun minum juga terdapat aturannya walaupun tidak tertulis dan secara eksklusif disampaikan.

E. Jenis-jenis Norma dan Contohnya

Di dalam lingkungan masyarakat sendiri, norma dibagi menjadi 4 berdasarkan jenisnya yang terdiri dari:

Norma agama adalah aturan-aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang sumbernya berasal dari Yang kuasa Yang Maha Esa. Norma ini biasanya berisi akan perintah yang harus dijalankan oleh seseorang, ajaran yang adalah segala ilmu ataupun pedoman bagi para penganut agama tersebut, maupun larangan yang berarti tidak melakukan suatu perbuatan yang seharusnya dihindari.

Berdasarkan pengertia norma agama, maka didalamnya memiliki sifat yaitu dogmatis yang berarti bahwa aturan yang ada tidak boleh ditambah maupun juga dikurangi nilainya sesuai dengan yang tertulis pada kitab suci masing-masing agama.

Norma agama sendiri dipercaya kalau dilanggar memiliki sanksi yang nantinya akan diberikan setelah orang tersebut meninggal dunia berupa dosa maupun hukuman yang harus dijalankan berdasarkan ajaran masing-masing agama di akhirat.

Di Indonesia sendiri, norma agama berbeda-beda dikarenakan terdapat enam agama berbeda yang hidup saling berdampingan, mirip Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu yang memiliki baik perintah, ajaran, maupun larangan yang berbeda antara satu sama lain.

Model Norma Agama:

Di mana dalam Agama Islam dilarang memakan makanan yang mengandung babi, sedangkan agama memiliki pantangan lain yang berbeda mengikuti ajaran agama masing-masing. Hal ini termasuk sebagai pandangan hidup agama Islam yang menjadi konsep seseorang maupun golongan masyarakat dalam hidup di dunia yang dapat kau pelajari lebih dalam pada buku Pandangan Hayati Muslim oleh Abdul Malik Karim Amrullah.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan-aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang sumbernya berasal dari hati nurani seseorang. Norma ini adalah sesuatu yang kita jalani dan rasakan setiap harinya, dimana seseorang didorong untuk melakukan tindakan yang baik dan menghindari tindakan yang buruk. Intinya, norma ini memiliki tujuan untuk mengatur perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan seseorang.

Berdasarkan ajaran norma ini, biasanya orang yang melanggar akan menerima sanksi berupa perasaan bersalah, penyesalan, atau bahkan dikucilkan di tengah masyarakat.

Model Norma Kesusilaan:

Mirip salah satu contoh kasus norma kesusilaan ialah bagaimana seorang siswa yang mengetahui bahwa menyontek ialah perbuatan yang salah sehingga dia lebih memilih untuk belajar daripada menyontek sahabat sekolahnya, yang kalau ketahuan siswa tersebut akan mendapat sanksi bukan hanya di sekolah tapi juga lingkungan.

Dengan adanya norma kesusilaan, menjadi sebuah batasan bagi seseorang untuk tidak melanggar dan melakukan tindak kejahatan. Buku Kejahatan Kesusilaan ini, menjelaskan mengenai banyak sekali kejahatan kesusilaan yang semakin banyak bermunculan mirip percabulan, pelecehan sesksual dan masih banyak lagi.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah aturan-aturan yang menekankan pada perbuatan seseorang untuk menjaga kesopan santunan, tata krama mereka, dan juga ada adat setiap individu. Hal tersebut dikarenakan Indonesia adalah negara dengan beragam suku, budaya, dan tata cara adat yang berbeda-beda dan hidup berdampingan satu sama lain.

Norma kesopanan ini diberlakukan untuk menjaga dan menghargai satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan diberlakukannya norma kesopanan ialah penerimaan diri dari masyarakat, bisa menghargai orang lain khususnya orang yang lebih tua, memahami hakikat dan tata etika dalam bergaul, dan bisa bersosialisasi dengan baik tanpa melanggar hal-hal yang tidak baik.

Model Norma Kesopanan:

Mirip pada contohnya ialah, menghormati orang yang lebih tua dengan memanggil panggilan abang kepada orang yang lebih tua, tidak membuang ludah sembarangan di kawasan umum, siswa yang bersikap sopan sebagai bentuk hormat terhadap pengajar, dan masih banyak lagi.

Dalam mewujudkan nilai kesopanan ini, seseorang harus ditanamkan semenjak kecil oleh orang tuanya agar pemahaman tersebut sudah ada semenjak dini. Bagi orang tua yang ingin mengajari anaknya, buku Bella Belajar Sopan Santun dan 9 Cerita Pendidikan Karakter Lainnya dapat membantu, sebab selain bentuknya animasi, cerita di dalamnya memiliki pesan yang baik untuk anak kau.

4. Norma Hukum

Norma hukum adalah aturan-aturan yang dibuat oleh badan yang bertanggung jawab mirip pemerintah yang dikemas dalam bentuk Undang-Undang. Norma ini memiliki sifat yang memaksa guna menjaga dan melindungi kepentingan masyarakat.

Norma ini diberlakukan untuk memastikan adanya keadilan yang diterima setiap orang dan menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman, rukun, serta tenang. Sebab sifat norma ini tertulis dan memaksa, maka kalau aturan yang ada dilanggar, maka akan menerima hukuman atau sanksi yang tegas yang sesuai dengan peraturan yang ada mirip membayar denda atau dipenjara.

Model Norma Hukum:

Mirip pada contohnya di Indonesia sendiri aturan hukum yang ada diatur berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945, sehingga kalau melakukan pelanggaran mirip mencuri atau tidak membayar pajak sesuai ketentuan akan menerima sanksi sesuai dengan Undang-Undang yang ada.

Dengan banyaknya Undang-Undang yang ada di dalamnya, buku UUD 1945 Lengkap Dengan Pahlawan Nasional & Revolusi akan sangat sesuai untuk kau yang sedang mempelajarinya.

F. Model Norma

Rasanya belum lengkap jika membahas pengertian norma, tetapi tidak membahas contoh norma. Pada dasarnya, ada berbagai contoh norma yang mampu kita lihat dalam kegiatan bermasyarakat. Model beberapa norma sebagai berikut.

  1. Berperilaku dan menggunakan bahasa yang sopan kepada orang yang lebih tua
  2. Menaati peraturan lalu lintas agar terhindar dari kecelakaan
  3. Mengikuti dan menaati peraturan hukum yang berlaku
  4. Selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru
  5. Menghargai hari raya umat agama lain agar menciptakan toleransi
  6. Melaksanakan Ibadah sesuai dengan kepercayannya masing-masing
  7. Menawarkan hukuman kepada siswa yang telah mencontek
  8. Mengucapkan terima kasih setelah diberikan bantuan
  9. Mengucapkan maaf saat sudah berbuat suatu kesalahan

Itulah beberapa contoh norma yang mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menerapkan perilaku yang bernorma, maka secara tidak eksklusif kita sudah belajar untuk menghargai orang lain.

G. Jenis-jenis Norma Sosial Berdasarkan Strata Daya Ikat

Norma sosial yang berlaku di lingkungan masyarakat juga dibedakan menjadi beberapa tingkatan daya ikat yang dibagi menjadi empat, yaitu:

Norma sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang paling lemah sebab sanksi yang diberikan kalau dilanggar biasanya hanya berupa cemoohan. Model dari norma sosial jenis cara ialah saat kau sedang makan tidak boleh berbicara, jadi saat norma tersebut dilanggar kau akan ditegur atau diperingati oleh orang-orang yang ada.

2. Norma atau Folkways

Normal sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang lebih kuat daripada norma jenis cara atau usage sebab adalah suatu aturan yang akan dilakukan secara berulang-ulang. Model dari norma sosial jenis Norma ialah kita sebagai manusia harus menghormati orang yang lebih tua dibandingkan kita, kalau norma tersebut dilanggar maka sanksi yang diterima akan berbeda-beda tergantung seberapa acapkali kita melakukan hal tersebut dan apakah ada niat untuk merubah diri menjadi lebih baik.

3. Kelakuan atau Mores

Norma sosial jenis ini memiliki daya pengikat yang lebih kuat daripada norma jenis Norma atau Folkways sebab norma jenis adalah suatu aturan yang telah disepakati dalam lingkungan masyarakat dan dijadikan nilai standar bagi orang di dalam lingkungan tersebut, kalau norma sosial jenis tata kelakuan atau mores ini dilanggar maka sanksi yang diterima akan lebih berat. Model dari norma sosial jenis ini ialah larangan berzina atau relasi terlarang, dimana kalau dilanggar maka akan diadili secara hukum yang berlaku di suatu kawasan.

4. Tata cara Adat atau Custom

Dan yang terakhir, norma sosial ini memiliki daya pengikat yang paling tinggi daripada normal sosial lain, sebab memiliki sifat turun temurun yang sudah menjadi kewajiban orang di lingkungan tersebut, dan kalau normal sosial jenis tata cara adat atau custom ini dilanggar maka akan menerima sanksi yang berat. Model dari norma sosial jenis ini ialah larangan orang Batak menikah dengan orang yang memiliki marga sama.

H. Karakteristik-Karakteristik Norma

Supaya lebih mudah dalam memahami apa itu norma, maka kau juga perlu mengenal ciri-ciri norma. Norma sebagai aturan di tengah masyarakat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Norma yang ada biasanya tidak tertulis dan dilakukan sebagai bentuk Norma.
  • Norma yang tercipta di suatu lingkungan masyarakat biasanya adalah akibat kesepakatan yang dapat diterima dan dijalankan setiap orang.
  • Sebagai masyarakat dimana norma tersebut dijalankan, sudah menjadi kewajiban untuk menaati norma yang ada.
  • Kalau seseorang melanggar norma yang sudah disepakati bersama, maka orang tersebut akan mendapat sanksi maupun hukuman yang telah disepakati.
  • Dengan semakin berkembangnya zaman, norma yang ada juga dapat berubah seiring perubahan dan sifatnya menyesuaikan.
  • Dan yang terakhir, norma yang berlaku di lingkungan masyarakat dibuat dan disepakati secara sadar.

I. Tujuan Norma

Norma yang ada di lingkungan masyarakat juga memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

1. Supaya perilaku masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat yang sudahberlaku.

2. Menjaga sekaligus meningkatkan keharmonisan antar anggota masyarakat.

3. Dengan adanya norma, setiap anggota masyarakat mampu berperilaku tertib serta berbuat adil.

5. Bisa menawarkan sanksi terhadap anggota masyarakat yang telah melanggar norma-norma yang telah berlaku.

J. Konklusi

Pada hakikatnya, kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain dan membutuhkan satu sama lain, penting untuk saling menghargai satu sama lain dengan menjaga dan menaati peraturan-peraturan yang berlaku. Kita dapat melakukannya dengan menjalankan norma yang ada agar kedamaian tercipta dan konflik tidak terjadi dalam lingkungan tersebut.

Nah, mirip itulah penjelasan mengenai beragam norma yang ada di tengah masyarakat khususnya di Indonesia beserta jenis, fungsi, dan juga contohnya yang dapat berbeda dari satu lingkungan dengan lingkungan lainnya.

Kalau Grameds memiliki ketertarikan untuk mempelajari lebih dalam mengenai norma-norma yang ada di Negara Indonesia, kau mampu mempelajari lebih mendalam mengenai tiap norma yang berlaku, mirip norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, maupun norma hukum.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menyediakan salah satu referensi buku mengenai norma hukum yang ditulis oleh spesialis di bidangnya yang dapat menjadi bahan belajar Grameds untuk lebih memahami mengenai norma hukum yang ada di Indonesia.

Baca juga artikel terkait “Pengertian Norma” :

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apa yang dimaksud dengan norma?” img_alt=”” css_class=””] Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, norma memiliki arti sebagai aturan maupun ketentuan yang sifatnya mengikat suatu kelompok orang didalam masyarakat. Dimana norma diterapkan sebagai panduan, tatanan, dan juga pengendali tingkah laku yang sesuai. [/sc_fs_faq]

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apakah pengertian dari norma hukum?” img_alt=”” css_class=””] Norma hukum adalah aturan-aturan yang dibuat oleh badan yang bertanggung jawab mirip pemerintah yang dikemas dalam bentuk Undang-Undang. Norma ini memiliki sifat yang memaksa guna menjaga dan melindungi kepentingan masyarakat. [/sc_fs_faq]

[sc_fs_faq html=”true” headline=”h4″ img=”” question=”Apakah pengertian dari norma agama?” img_alt=”” css_class=””] Norma agama adalah aturan-aturan yang dijalankan oleh masyarakat yang sumbernya berasal dari Yang kuasa Yang Maha Esa. Norma ini biasanya berisi akan perintah yang harus dijalankan oleh seseorang, ajaran yang adalah segala ilmu ataupun pedoman bagi para penganut agama tersebut, maupun larangan yang berarti tidak melakukan suatu perbuatan yang seharusnya dihindari. [/sc_fs_faq]

Penulis : Andrew

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Software aman, praktis, dan efisien

Leave a Reply

Your email address will not be published.