Toxic Relationship: Tanda-Tanda dan Cara Ampuh Mengatasinya

Bagikan Ke:
Facebook Twitter

Ketentuan hubungan beracun sering kita dengar akhir-akhir ini. Pasalnya, kini semakin banyak orang yang sadar hubungan beracun dan dampaknya terhadap kesehatan mental.

Meskipun kesadaran akan hubungan beracun telah membaik, tetapi mengenali tanda-tanda thubungan baik itu tidak mudah, kau tahu. Apalagi jika seseorang sudah terlanjur jatuh cinta secara membabi buta disebut ‘bucin’ alias budak cinta.

Tampaknya perilaku pasangan Anda atau perilaku buruk Anda sendiri terlihat baik-baik saja. Faktanya, perilaku beracun dapat mengikis kebahagiaan dalam hubungan.

Sehingga hubungan pacaran, hubungan pertemanan, atau hubungan pernikahan dihindarkanhubungan baikMari belajar membangun hubungan yang sehat.

Mengikuti Popmama.com telah merangkum tentang hubungan beracunmulai dari pengertian, tanda, hingga cara ampuh untuk mengatasinya.

Simak ulasannya, ya!

1. Apa itu hubungan beracun?

Freepik/Yanalya

Hubungan beracun Menurut psikologi, istilah adalah hubungan tidak sehat yang menyebabkan kesehatan fisik dan mental memburuk.

Dilaporkan Pikiran sangat baik, hubungan beracun membuat korban merasa terhina, tidak didukung, atau diserang.

Sederhananya, segala jenis hubungan yang membuat seseorang merasa buruk terus menerus akan mengarah pada hubungan beracun.

Hubungan beracun tidak terbatas pada hubungan romantis. Hubungan keluarga, hubungan persahabatan, dan hubungan antar rekan kerja juga dapat menyebabkan hubungan beracun.

Umumnya, hubungan beracun terjadi karena hubungan yang tidak setara di dalamnya. Jadi, satu pihak mendominasi dan pihak lain dikuasai.

Pola hubungan yang kuat ini menyebabkan hubungan yang tidak setara.

Sehingga, agar hubungan tersebut tidak menjadi toxic, diperlukan peran aktif semua pihak yang terlibat. Hubungan yang sehat tidak akan terwujud jika hanya satu pihak yang mengusahakannya.

Selain itu, semua pihak dalam hubungan harus menyadari pentingnya kesetaraan dalam hubungan. Dengan demikian, tidak ada dominasi yang merugikan.

2. Disparitas antara hubungan yang beracun dan hubungan yang sehat

Freepik/Wayhomestudio

Berbeda dari hubungan beracun, hubungan yang sehat berdasarkan cinta yang sempurna. Artinya, pihak-pihak yang terlibat dapat mencintai secara wajar, yaitu tanpa menahan diri.

Hubungan yang sehat mengutamakan kesetaraan dan kebebasan.

Dua orang dalam suatu hubungan mampu menjadi diri mereka sendiri. Namun, mereka juga tumbuh satu sama lain menjadi individu yang lebih baik.

Selain cinta, hubungan didasarkan pada rasa saling menghormati, saling menghormati, dan saling percaya.

Meskipun tidak ada hubungan yang benar, hubungan yang sehat menawarkan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif pada kesehatan mental dan kesehatan fisik.

3. Tanda-tanda hubungan yang beracun

Freepik/Drazen Zigic

Pada dasarnya, tidak ada yang bahagia di dalam hubungan beracun. Namun, terkadang orang tetap berada dalam hubungan beracun karena berbagai alasan.

Pencerahan dan keberanian untuk pindah dari hubungan beracun tidak mudah.

Faktanya, seseorang mampu bertahan dalam hubungan beracun atas nama cinta meskipun ia telah begitu menderita. Karena cinta ini, banyak orang tidak dapat mengenali tanda-tandanya hubungan beracun.

Umumnya, tanda-tanda hubungan yang beracun dapat dikenali bahkan dari awal hubungan. Kunci utamanya adalah kita bisa mengenali dan mendeteksi tanda-tanda tersebut.

Dilaporkan Pikiran sangat baikberikut tanda-tandanya hubungan beracun hal-hal yang harus diperhatikan:

  1. Saat Anda bersamanya, Anda merasa tidak aman.
  2. Merasa tidak dihargai.
  3. Harga diri menurun seiring waktu.
  4. Tidak dipermalukan.
  5. Perilaku manipulatif.
  6. Sulit menjadi diri sendiri.
  7. Tidak ada kejujuran atau sering dibohongi.
  8. Saling curiga, tidak percaya.
  9. Ada perilaku menahan diri atau posesif.
  10. Tampaknya memata-matai pasangan itu.
  11. Terjadi kekerasan verbal.
  12. Ada kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Nah, jika hubungan sudah menawarkan tanda-tanda tersebut, segera evaluasi hubungan dan cari jalan keluarnya.

Jika Anda memilih untuk bertahan, maka pastikan semua pihak dalam hubungan mampu membangun hubungan yang sehat. Jika tidak ada tujuan, segera kumpulkan keberanian untuk mengakhiri hubungan.

4. Karena hubungan yang beracun

Freepik/Wayhomestudio

Sesuai dengan namanya, hubungan beracun itu seperti racun yang menghancurkan seseorang.

Bukannya saling mencintai, dua orang justru saling menyakiti dengan sikap dan tindakan yang berbeda beracun. Bahkan, tak sedikit orang yang membenarkan perilaku buruknya dengan dalih cinta.

Sedangkan, hubungan beracun menawarkan efek berbahaya, baik bagi kesehatan mental maupun kesehatan fisik.

Berikut dampaknya hubungan beracun:

  • Merasa tidak berharga.
  • Mengisolasi diri.
  • Menekankan.
  • Dapat menyebabkan depresi.
  • Kehilangan fokus.
  • Kehilangan semangat dan motivasi.
  • Emosi seringkali tidak stabil.
  • Biasakan menanamkan citra diri yang buruk.
  • Lelah sepanjang waktu.
  • Kesehatan fisik terganggu.

5. Bagaimana menghadapi hubungan yang beracun

Freepik/Shurkin_son

Agar tidak terjadi hubungan beracunhubungan harus dijalani oleh pihak-pihak yang matang secara emosional.

Mereka punya harga diri yang indah. Jadi, ketika mereka menjalin hubungan, mereka berusaha untuk membuat satu sama lain bahagia, tidak menuntut untuk bahagia.

Ketika Anda sudah berada dalam hubungan yang beracun, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  • Mulailah menerapkan komunikasi asertif. Ajak pasangan untuk saling terbuka, lalu cari solusi bersama.
  • Berlaku perawatan diri Sempurna.
  • Cobalah untuk mulai mencintai diri sendiri (cinta diri Sendiri).
  • Cobalah bertukar pikiran dengan orang-orang tepercaya.
  • Konsultasi dengan psikolog.
  • Tetapkan batasan tegas.

Demikian penjelasan terkait hubungan beracun. Jika pasangan Anda memang terlihat sulit berkomitmen untuk membangun hubungan yang sehat, Anda harus berani memutuskan hubungan tersebut.

Anda dan dia berhak memiliki hubungan yang aman dan bahagia. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.