BOKEH  

Prinsip yang sangat perlu diperhatikan dalam pembuatan kerajinan dari Bahan keras alam yaitu

Dhafi Quiz

Find Answers To Your Multiple Choice Questions (MCQ) Easily at jwb40.dhafi.link. with Accurate Answer. >>

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

     pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan adalah cermin dari kepiawaian perajin dalam menciptakan karyanya. perkembangan tersebut dapat dilihat dari pemanfaatan bahan, cara membuat, maupun penampilan dari karya yang muncul. Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras meliputi :

1. Keunikan bahan kerajinan

bahan dapat diambil dari alam, bahan buatan, bahan limbah organik, dan bahan limbah anoranik. seorang pengrajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah karya dengan harga jual. 2. keragaman muatan nilai dalam produk kerajinan
banyaknya bentuk produk tidak lepas dari gagasan ataupun ilham insan.
oleh karena itu pesan dari proses berkarya dapat dipilah sebagai berikut :
a. nilai fungsional
b. nilai informatik
c. nilai simbolik
d. nilai prestise (wibawa) 3. aspek rancangan dalam produk kerajinan
produk kerajinan mengandung banyak faktor yang menjadi bahan acuan dan pertimbangan.
adapun faktornya ialah :
1) faktor teknis

  • metode produksi handal
  • penerapan mesin dan manual
  • tingkat kemahiran SDM

2) faktor ekonomis

  • pemasaran bersaing
  • sistem distribusi

3) faktor ergonomis

  • kenyamanan
  • kesesuaian
  • keamanan

4) faktor sains dan teknologi

  • unsur kebaruan
  • mengikuti perkembangan

5) faktor estetika 

  • penampilan keindahan
  • daya pikat

6) kondisi lingkungan

  • nilai budaya 
  • kondisi lingkungan 

Page 2

Kemasan Produk Kerajinan kemasan digunakan untuk melindungi produk dan memperindah. pr…

Baca selengkapnya

Proses Produksi Bahan Keras Protesis a. kerajinan kaca 1) bahan kaca, cat, tiner 2)ala…

Baca selengkapnya

Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras Alam setiap wilayah dapat memproses kerajinan deng…

Baca selengkapnya

Ciri Kerajinan Bahan Keras   bahan keras alami : 1. kayu terdiri dari…

Baca selengkapnya

Jenis Kerajinan Bahan Keras Bahan keras terbagi menjadi duan jenis, yaitu : 1. B…

Baca selengkapnya

Kerajinan bahan keras ialah produk kerajinan yang menggunakan bahan dasar yang bersifat keras, solid, kuat, padat, dan tidak mudah untuk diubah bentuknya (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 46). Produk kerajinan dari bahan keras dapat dibuat dari bahan alam dan bahan buatan.

Keragaman jenis bahan kerajinan bahan keras dapat kita lihat dari banyak sekali produk-produk yang tersebar di banyak sekali kawasan perkotaan dan pelosok desa. Contohnya, kerajinan dari bahan keras kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca, dan sebagainya. Pasar lokal maupun impor telah mendominasi penggunaan bahan keras tersebut sebagai bahan kerajinan.

Kehadiran kerajinan bahan keras daya pikat dan keunggulan, terutama untuk konsumen yang mengejar keindahan klasik. Misalnya, bagaimana wilayah Jepara, Indonesia yang banyak menghasilkan kerajinan ukir kayu yang telah memikat pangsa dunia dengan mahakaryanya yang luar biasa rupawan dengan segala kerumitan detailnya.

Indonesia memang kaya akan budaya benda-benda kerajinan sebagai akibat budaya kawasan. Selain itu, negeri ini juga menghasilkan banyak bahan alam yang dicari-cari oleh bangsa asing. Sehingga, kerajinan bahan keras dapat menjadi alat untuk memperkenalkan keragaman budaya Nusantara.

Oleh sebab itu, sudah sewajarnya bagi kita untuk memanfaatkan dan melestarikan daya tarik dari benda kerajinan setiap kawasan ini memiliki corak dan bentuk yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas ini. Sehingga, kita dapat melestarikan budaya serta turut memajukan perekonomian bangsa melalui berkerajinan dengan bahan keras.

Berikut  ialah banyak sekali pemaparan, pembahasan, contoh, cara, alat, bahan, serta proses dalam membuat kerajinan bahan keras, dimulai dari prinsip pembuatannya terlebih dahulu.

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Pengetahuan dalam keragaman bahan dan alat serta teknik yang digunakan dalam pembuatan kerajinan bahan keras adalah cermin dari kepiawaian perajin dalam penciptaan karyanya. Salah satu pengetahuan umum dan mendasar yang harus diketahui untuk menciptakan kerajinan bahan keras ialah prinsip kerajinan bahan keras. Adapun prinsip pembuatan kerajinan bahan keras ialah sebagai berikut.

1. Keunikan Bahan Kerajinan Bahan Keras

Mirip kerajinan bahan lunak, keunikan bahan kerajinan masih menjadi salah satu prinsip yang harus diperhatikan dalam membuat kerajinan bahan keras. Bahan yang dapat digunakan untuk menciptakan kerajinan bahan keras dapat dibuat dari bahan alam, bahan buatan, dan bahkan bahan limbah mirip bahan limbah organik, dan bahan limbah anorganik.

Tampak bahwa bahan dapat didapatkan dari mana saja. Seorang perajin hanya memerlukan ketekunan untuk dapat menciptakan sebuah produk kerajinan yang dapat dinikmati banyak orang dan bernilai jual. Selain itu, keunikan bahan kerajinan akan menambah nilai ekonomis dan daya tarik. Meskipun bahan fosil kayu atau kayu jati premium tampak sangat menggugah, bahan murah mirip limbah juga dapat menawarkan daya tarik tersendiri berupa semangat pelestarian alam.

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan Bahan Keras

Banyaknya macam bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan atau ilham insan yang dapat berawal dari suatu pemikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa. Selanjutnya, cipta karsa tersebut menghasilkan seperangkat karya secara fisik namun mengandung muatan pesan tertentu pula. Oleh karena itu pesan yang dapat kita ciptakan atau picu (dirasakan penikmatnya) dapat dipilah menjadi:

  1. Produk dengan nilai fungsional.
  2. Produk dengan nilai informatif.
  3. Produk dengan nilai simbolik.
  4. Produk dengan nilai prestise (wibawa)

Memperhatikan dan mempertimbangkan mirip apa muatan yang dibawa oleh produk akan menentukan kualitasnya pula. Kalau kita ingin membuat produk yang memiliki fungsional, maka salah kaprah kalau kita malah sibuk dengan nilai simboliknya, begitu pun sebaliknya.

Namun, tentunya pernyataan kesalahan di atas hanyalah patokan kasar semata. Mampu jadi suatu produk dapat diciptakan melalui gugusan beberapa nilai. Perlu menjadi catatan bahwa biasanya produk kerajinan yang berhasil biasanya hanya memiliki jenis nilai minim namun benar-benar mengena (sederhana namun apa yang ingin disampaikan terang).

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan  Bahan Keras

Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangan ketika membuat rancangan yang dapat melibatkan banyak sekali aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia. Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.

Adapun faktor-faktor permasalahan objektif yang diharapkan untuk diketahui sebelum perancangan ialah sebagai berikut:

  1. Faktor Teknis yang meliputi: metode produksi yang handal, penerapan daya mesin atau manual, dan, tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
  2. Faktor Hemat, yakni: pemasaran yang tahan persaingan, sistem pemasokan atau distribusi, kebijakan penciptaan (hak cipta), nilai jual dan eksistensi suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta selera masyarakat terhadap produk tersebut.
  3. Faktor Ergonomis: kenyamanan, keamanan, kesesuaian, dan kepraktisan.
  4. Faktor Sains dan Teknologi: terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi), selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.
  5. Faktor Keindahan: menampilkan bentuk keindahan, memiliki daya pikat, terjadi keserasian, penggarapan yang rinci/detail, perupaan atau pewarnaan, kesan atau gugahan yang ditampilkan.
  6. Faktor Kondisi Lingkungan: nilai budaya, kondisi lingkungan atau wilayah setempat.

Jenis dan Ciri Kerajinan Bahan Keras

Terdapat dua jenis utama dari bahan untuk kerajinan bahan keras, yaitu bahan keras alami dan bahan keras buatan. Berikut ialah penjelasan dari masing-masing jenis bahan keras untuk kerajinan.

Bahan Keras Alam

Bahan keras alam ialah bahan untuk karya kerajinan yang diperoleh dari alam sekitar dan adalah sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan di alam, misalnya di bentang alam Indonesia (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 12). Misalnya kayu, bambu, batu, rotan dan sebagainya.

Kebanyakan orang memilih benda keras untuk produk fungsional yang membutuhkan penggunaan dalam waktu jangka panjang. Sebab kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya. Selain itu, bahan keras alam memiliki daya tarik tersendiri sebab keaslian dan keistimewaan bahan asli yang natural dari alam.

Berikut ialah beberapa contoh bahan yang termasuk bahan keras buatan dan dapat digunakan untuk membuat kerajinan ialah kayu, bambu, dan rotan yang akan dijelaskan karakteristiknya di bawah ini.

1. Kayu

Poly pohon yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan keras alami. Beberapa macam jenis kayu tersebut di antaranya ialah; albasia, pinus, mahoni, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dsb.

Masing-masing kayu memiliki karakteristik dan ciri yang berbeda. Namun, selain keras kayu juga secara umum memiliki serat atau urat kayu, dan bundar tahun yang rupawan. Kayu bersifat tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir. Sebagian dapat memuai sebab perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati. Ada yang memiliki beban ringan mirip lame dan albasia, ada pula yang berat mirip jati.

2. Bambu

Bambu memiliki batang yang kuat, namun akan terjadi pelapukan kalau terkena air secara terus menerus. Berbeda dengan kayu yang utuh, bamboo memiliki rongga kopling di dalamnya, dengan ukuran diameter 1 sampai 20 cm. Sehingga bahan ini dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan. Bambu jug memiliki ruas batang. yang unik.

Terkadang dalam pembuatan kerajinan, bentuk alami bambu sangat ditonjolkan. Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. Bambu dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuh.

3. Rotan

Memiliki batang yang kuat, bahkan lebih kuat dari bamboo, terutama pada bagian serat batangnya. Rotan yang dimanfaatkan sebagai kerajinan ada yang berongga dan ada yang tidak. Yang berongga mempunyai ukuran ½ cm sampai 1 cm. Sedangkan yang tidak berongga adalah bagian dalam dari rotan.

Rotan memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu. Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas. Rotan dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan. Rotan memiliki bentuk yang panjang mampu mencapai 10 meter sebab hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.

Bahan Keras Protesis

Bahan keras buatan ialah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan bahan tertentu sehingga menjadi keras, dan memiliki sifat kuat dan tahan lama (Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 13). Bahan-bahan yang digunakan untuk kerajinan berupa kaleng, kaca, dan sebagainya. Banyak sekali bahan keras buatan dan karakteristiknya akan dijelaskan pada pemaparan di bawah ini.

1. Kaca

Kaca memiliki wujud yang transparan dan bening. Ketebalannya bervariasi antara 1 mm sampai 2cm tergantung dari kebutuhan. Permukaannya licin dan mengkilap. Kalau ingin dilukis maka harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca. Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas yang membuat wujudnya menjadi lunak.

2. Logam

Logam terdiri dari banyak sekali warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecoklatan, dan juga berwarna perak keabu-abuan. Bentuknya bervariasi, ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis serta ringan. Logam mudah terkorosi (berkarat) oleh udara, sehingga tidak jarang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni untuk mengatasinya. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Adalah, perawatan pada produk kerajinan logam juga cukup membutuhkan perhatian lebih agar tidak  cepat pudar.

Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras

Selain memiliki banyak pilihan bahan, teknik yang digunakan untuk menciptakan kerajinan bahan keras juga sangat bervariasi. Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras di antaranya ialah teknik pahat/ukir, cukil, anyam, potong sambung, lukis, batik, tatah, dan sebagainya.

Majemuk benda kerajinan dari bahan keras alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Semua diadaptasi dengan jenis bahan yang digunakan, kemanfaatan, dan rancangan produk kerajinan.

Oleh sebab itu, proses produksi kerajinan bahan keras sangat bergantung pada produk apa yang akan dibuat. Untuk itu, berikut ialah beberapa proses produksi yang meliputi teknik, alat, bahan, dan langkah pembuatan kerajinan bahan keras berdasarkan bahan dan produk yang akan dibuat, dimulai dari kerajinan bahan keras alam.

Kerajinan Bahan Keras Alam

Beberapa proses produksi kerajinan bahan keras alam akan diuraikan secara singkat pada penjelasan di bawah ini, meliputi kerajinan kayu, bambu, dan rotan.

Proses Produksi Kerajinan Kayu

Indonesia memiliki hutan tropis yang banyak menyimpan kekayaan alam kayu terbesar di dunia. Kayu-kayu yang dihasilkan pun banyak macamnya. Di antaranya ialah kayu jati, kayu mahoni, kayu pinus, kayu sawo, kayu hitam, kayu nangka, kayu kelapa, dsb. Produk kerajinan yang dihasilkan dari kayu juga bervariasi, mengikuti teknik pembuatan dan tekstur kayunya.

Bahan Produksi Pembuatan Kerajinan Keras dari Kayu

Bahan utama yang digunakan dalam membuat kerajinan ini ialah kayu. Jenis kayu dapat dipilih dan diadaptasi dengan rancangan. Sehingga pada umumnya, bahan dari pembuatan kerajinan keras dari kayu meliputi:

  1. aneka kayu,
  2. lem kayu, dan
  3. cat kayu.
Alat Produksi Pembuatan Kerajinan Bahan Kayu

Peralatan kerajinan bahan kayu di antaranya; gergaji, pahat, cukil, palu, kuas, amplas, dan beberapa mesin mirip; mesin bubut, mesin pemotong kayu, dsb.

Produk Kerajinan Kayu

Berikut ini ialah beberapa contoh kerajinan kayu yang selalu menjadi andalan Indonesia di setiap event pameran: a. bingkai foto ukir, b. vas bubut dan ukir, c. aneka rumah tata cara dan kendaraan, dan d. miniatur kendaraan.

Proses Pembuatan Kerajinan Kayu

Teknik yang dapat dilakukan dalam pembuatan kerajinan dari kayu diantaranya ialah teknik ukir, teknik bubut, teknik potong sambung, teknik bor, dan beberapa teknik lainnya. Dari sekian teknik tentunya yang paling sulit ialah teknik ukir, sebab mengukir tidak sembarang orang mampu, diharapkan keterampilan yang baik agar hasilnya juga berkualitas dan tidak boros bahan dasar.

  1. Cetak/gambar huruf, motif, atau ornamen yang akan dibuat di atas kayu.
  2. Kayu yang dicetak dipotong dengan gergaji scroll.
  3. Potongan huruf, motif, atau ornamen diberi warna dengan cat kayu glosi (mengkilap) atau dof (tidak mengkilap).
  4. Susun huruf atau ornamen membentuk pajangan papan nama atau karya lainnya sesuai dengan cita-cita. Beri lubang dan gantungan tali atau fungsi pajang lainnya.
Ragam Hias dalam Produk Kerajinan Kayu

Indonesia memiliki kekayaan budaya, begitu juga ragam hias Nusantara. Setiap kawasan mempunyai ragam hias yang berbeda ciri khas yang satu dengan lainnya. Ragam hias Indonesia adalah kekayaan bangsa yang belum dapat disaingi oleh bangsa lain di dunia. Banyak sekali ragam hias produk kerajinan kayu di Indonesia meliputi:

  1. Ragam hias Toraja (Sulawesi Selatan),
    masing-masing memiliki nama dan makna simbolis, kalau diartikan semua melambangkan nilai-nilai budaya dalam kehidupan warga Toraja yang harus mematuhi larangan tata cara dan mencintai alam kawasan tinggal.

  2. Ragam hias Jepara (Jawa Tengah),
    arah gerak garis goresan yang absolut, mencerminkan adanya keteraturan, kepastian yang sejalan dengan landasan pola berfi kir yang tumbuh didalam masyarakatnya yang mentaati ajaran-ajaran agama.

  3. Ragam hias Padang (Sumatera Barat),
    ungkapan pepatah Minangkabau “alam takambang jadi guru”, bahwa alam memiliki makna yang mendalam dengan segala bentuk, sifat, serta segala yang terjadi di dalamnya, adalah sesuatu yang dapat dijadikan sebagai pedoman, ajaran, dan guru.

  4. Ragam hias Papua,
    Bagi penduduk asli suku asmat, seni ukir kayu lebih adalah sebuah perwujudan dari cara mereka dalam melakukan ritual untuk mengenang arwah para leluhurnya yang selalu berjuang dalam kehidupan yang akan membawanya ke alam kematian.

Kerajinan Keras dari Bambu

Flora bambu semenjak dahulu telah dibudidayakan di Indonesia, India, dan Bangladesh. Istilah lain untuk bambu ialah buluh, aur, atau eru. Bambu adalah sumber bahan bangunan yang dapat diperbaharui dan banyak tersedia di Indonesia. Dari sekitar 1.500 spesies bambu di dunia, 125 spesies asli tumbuh di Indonesia.

Bahan Pembuatan Kerajinan Bambu

Bahan yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu ialah bambu batangan atau pun yang sudah disayat, dan sebagainya. Adapun beberapa jenis tanaman bambu yang dapat dijadikan produk kerajinan ialah; bambu andong, bambu tali, bambu atter, bambu talang, bambu tutul, bambu cendani, bambu cengkoreh, dan lainnya.

Alat Pembuatan Kerajinan Bambu

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan bambu ialah parang, palu, gergaji, pisau raut, tang, tatah, meteran, kuas, bor, dsb.

Produk Kerajinan Bambu

Produk kerajinan dari bahan bambu sudah banyak dibuat orang semenjak dahulu kala. Keberadaaan sumber daya alamnya yang melimpah membuat kerajinan dari bahan bambu menduduki nilai jual yang relatif rendah, kecuali produk-produk berkualitas tinggi mirip interior rumah. Beberapa contoh dari kerajinan bambu, meliputi:

  1. sandal dari bambu,
  2. aneka alat rumah tangga,
  3. kap lampu, dan
  4. ranjang/kawasan tidur dari bambu.
Proses Pembuatan Kerajinan Bambu

Proses pembuatan kerajinan bambu perlu pengetahuan yang tidak terlalu sulit. Kenali bambu dengan baik, agar saat dibuat kerajinan, bambu tidak mudah pecah. Adapun cara memilih bambu yang baik untuk digunakan ialah:

  1. Pilihlah bambu yang tidak terlalu belia dan tidak terlalu tua.
  2. Setelah ditebang, lalu potong sepanjang dua atau hingga tiga ruas.
  3. Simpan di kawasan yang sejuk dan tegakan sampai 5 hingga 6 hari.
  4. Pilihlah bambu yang memiliki ruas paling panjang agar mudah dibentuk kerajinan apa saja.

Di bawah ini adalah proses pembuatan kerajinan bambu untuk dibuat menjadi kopyah.

  1. Pilih bambu, potong, buat iratan. Bambu iratan 0,3cm – 1,5cm dianyam. Anyam menyilang.
  2. Pilih bambu, potong, buat iratan. Bambu iratan 0,3cm – 1,5cm dianyam. Anyam menyilang.
  3. Pangkas kopiah persegi panjang, disambungkan satu sama lainnya. Buat potongan oval untuk tutup. Sambung dengan lem. beri hiasan pinggir.
  4. Kopyah dapat dipadukan dengan banyak sekali warna. Di dalamnya mampu dimasukkan kopyah hitam dari kain agar lebih nyaman.

Kerajinan Rotan

Rotan atau rattan ialah sejenis tanaman akar-akaran liar yang banyak tumbuh di kawasan hutan hujan tropis. Indonesia adalah salah satu penghasil rotan terbesar di dunia sebab hampir 30 % rotan mentah di dunia dihasilkan oleh Indonesia.

Bahan Pembuatan Kerajinan Rotan

Bahan yang diperlukan untuk pembuatan kerajinan rotan ialah rotan, yang terbagi dalam 3 bagian, yakni:

  1. rotan kupasan/ kulit luar (pell) sebagai pengikat atau bahan anyaman,
  2. rotan batang yang eksklusif dipoles, dan
  3. rotan isi yang biasa disebut dengan fi trit/petrik.

Selain rotan, bahan lain yang diperlukan untuk pembuatan kerajinan bahan keras rotan ialah miyak tanah atau belerang untuk pemasakan, pelitur dan cat warna.

Alat Pembuatan Kerajinan Rotan

Alat yang digunakan untuk membuat kerajinan rotan meliputi gunting rotan, palu, alat pembengkok, bor, amplas, gergaji, kompor, kuas cat, dsb.

Produk Kerajinan Rotan

Banyak sekali kerajinan rotan yang umumnya dibuat umumnya ialah alat-alat perabotan rumah tangga mirip meja, kursi, tutup lampu, tutup makanan, kawasan payung, almari, dan kawasan tidur. Namun, beberapa pengrajin juga membuat mainan mirip kuda-kudaan bahkan boks ayunan kawasan tidur bayi. Model produk rotan lainnya ialah hiasan gerobak becak, aneka tas Kalimantan, dan tas rotan masa kini.

Proses Kerajinan Rotan

Setelah dibersihkan dari pelepah yang berduri, rotan harus dilakukan pengawetan dan terlindung dari jamur blue stain. Secara garis besar terdapat dua proses pengolahan bahan baku rotan, yaitu; pemasakan dengan minyak tanah untuk rotan berukuran sedang/besar dan pengasapan dengan belerang untuk rotan berukuran kecil. Selanjutnya rotan dapat diolah menjadi banyak sekali macam bahan baku, misalnya dibuat peel (kupasan), polis, dan fi trit.

Proses pembuatan anyaman rotan dilakukan beberapa tahapan antara lain:

  1. Pembuatan kerangka, untuk produk ukuran besar mirip kursi, meja, lemari, rak, dan sebagainya dibentuk kerangka menggunakan rotan dengan diameter besar. Dimana dalam proses pembuatan kerangka menggunakan alat pembengkok agar rotan tersebut mampu dilekukkan sesuai dengan model desainnya.
  2. Penganyaman, proses ini bertujuan untuk membentuk produk sesuai desain. Rotan yang digunakan dapat berupa rotan polis yang sudah dibersihkan kulitnya berwarna putih atau kulit rotan.
  3. Pengecatan, yaitu menawarkan warna dasar pada produk tersebut dengan menggunakan kuas.
  4. Proses finishing, ialah proses yang adalah tahap terakhir dalam proses pembuatan produk. Di mana dalam prosesnya yaitu antara lain dengan pengamplasan untuk menghilangkan bulu-bulu rotan. Baru kemudian rotan di vernis atau dipelitur.

Kerajinan Bahan Keras Protesis

Majemuk benda kerajinan dari bahan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan mampu berupa kaleng, kaca, logam, dan sebagainya. Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya mampu berupa lukis ataupun dipotong dan dirakit, dicor dan teknik lainnya.

Kerajinan Kaca

Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis. Lukis kaca ialah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca. Gaya lukisan yang acapkali digunakan ialah dekoratif, sebab lukisan dibuat dengan banyak elemen hiasan pada setiap ornamen yang digunakan.

Dilihat dari pewarnaan yang acapkali digunakan, lukis kaca memiliki kecenderungan transparan. Sehingga kalau digunakan sebagai penghias Puncak-media.coman nampak tembus pandang.

Bahan Pembuatan Lukisan Kaca

Bahan yang diharapkan dalam pembuatan lukis kaca ialah kaca, cat, dan tiner.

Alat Pembuatan Lukis Kaca

Dalam pembuatan produk kerajinan lukis kaca diharapkan alat utama yaitu pena khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan tinta outline pada obyek hias pada lukis kaca. Selain itu, alat pembuatan lukisan kaca yang lainnya meliputi: kertas rancangan, pisau kertas, pena kaca, kuas, meja, lap.

Produk Kerajinan Lukis Kaca

Kerajinan lukis kaca tidak hanya dibuat pada kaca dengan bentuk datar saja melainkan juga dalam bentuk cembung atau cekung. Poly pula yang dilukis di permukaan gelas, piring atau botol. Dengan menggunakan teknik yang berbeda, hasilnya pun unik dan berbeda.

Proses pembuatan kerajinan lukis kaca

Di bawah ini ditampilkan proses pembuatan kerajinan lukis kaca. Tema yang diambil ialah wayang. Termin-tahapnya sebagai berikut:

Kerajinan Logam

Bahan alam yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, mirip emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Kau perlu untuk mengetahuinya. Namun banyak sekali logam ini harus diolah terlebih dahulu, dan sebagian logam akan dicampurkan satu dengan lainnya untuk membuat logam buatan jenis baru yang memiliki banyak sekali keunggulan tertentu.

Bahan Pembuatan Kerajinan Logam

Bahan utama pembuatan kerajinan logam (besi, aluminium, perunggu, perak, emas, dan timah), biasanya berupa lembaran atau batangan, dan cat warna untuk logam yang tahan lama.

Alat Pembuatan Kerajinan Logam

Alat pembuatan kerajinan logam di antaranya gunting, seng, cetakan, dan kuas.

Model Produk Kerajinan Logam

Produk kerajinan logam yang dihasilkan para perajin dibuat dengan cara-cara tradisional. Banyak sekali produk kerajinan logam yang dibuat biasanya sebagai asesoris, hiasan interior, perabotan rumah tangga dan sebagainya. Produk dari logam awalnya hanya menonjolkan warna aslinya namun ada juga yang diberi cat agar terlihat lebih berbeda. Beberapa contoh produk kerajinan logam lainnya meliputi:

  1. bros,
  2. hiasan gajah,
  3. teko, dan
  4. cangkir.
Proses Pembuatan Kerajinan Logam

Pembuatan kerajinan logam yang dilakukan dengan cara tradisional ialah dengan membentuknya dengan tangan dan bantuan alat sederhana. Di bawah ini disajikan pembuatan kaleng wadah kerupuk yang dibuat dengan desain sederhana dan sudah semenjak lama desain tidak berubah namun menjadi unik dan masih banyak dicari orang sebab klasiknya.

Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras

Kemasan produk ialah bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap benda lain. Selain itu, kemasan juga dapat dibuat untuk mempercantik sekaligus menawarkan citra (branding) yang lebih baik terhadap produk, sehingga konsumen lebih percaya terhadap kualitas produk.

Surat keterangan

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Prakarya SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.