5 Cara Asuh yang Termasuk Child Abuse, Anak Diancam Kalau Gak Nurut

Bagikan Ke:
Facebook Twitter

Memang benar pada dasarnya setiap orang tua berhak memutuskan mengasuh anak mirip dengan apa yang dia terapkan pada anak-anak. Namun, perlu juga disadari bahwa tidak semua mengasuh anak yang dilakukan adalah baik, apalagi jika pola asuh dengan sengaja membuat anak takut dan tertekan.

Mirip dengan menawarkan anak ancaman untuk patuh, memaksa anak untuk melakukan banyak kegiatan yang diinginkan orang tua setiap hari, menekan emosi mereka untuk diam dan damai, pola asuh seperti ini sebenarnya termasuk pelecehan anak, kamu tahu. Untuk lebih jelasnya bisa simak lima poin pembahasan ini agar tidak asal-asalan dalam mengasuh anak.

1. Anak dikurung di rumah

Pelecehan anak tidak hanya dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi dengan sengaja mengurung anak di rumah juga salah satunya. Yang biasanya dilakukan oleh ketat induk karena mereka takut dan penuh kekhawatiran jika anak-anaknya keluar rumah.

Atau juga orang tua yang seharian sibuk bekerja sehingga memilih mengurung anaknya di rumah sendiri hingga pulang kerja. Meskipun kebutuhan anak dapat disediakan di rumah, bukan berarti mengurung anak dibenarkan.

2. Dipaksa diam saat rewel dan mengungkapkan perasaannya

Seorang anak pada dasarnya sama dengan orang dewasa yang juga memiliki perasaan dan emosi. Dan memaksa anak untuk diam ketika dia rewel dan mengungkapkan perasaannya, pola asuh seperti ini juga termasuk pelecehan anak.

Yang mana tindakan seperti ini membuat anak terpaksa menekan perasaan dan emosinya sendiri karena tekanan orang tua. Dampaknya mampu membebani mental anak dan membuatnya takut untuk menawarkan perasaan dan emosinya sendiri hingga dewasa.

3. Diancam jika tidak menuruti perintah orang tua

Metode pengasuhan nyata lainnya juga disertakan pelecehan anak adalah untuk mengancamnya jika dia tidak patuh. Memang benar bahwa anak yang patuh adalah cita-cita orang tua, namun banyak orang tua yang salah langkah dengan mengancam anaknya.

Mengancam tidak akan dikirim ke sekolah jika rewel, tidak bisa makan, tidak bisa berteman, atau bahkan mengancam akan membakar mainan dan barang kesayangan anak. Meski terkesan sepele dan sering dilakukan oleh banyak orang tua terhadap anaknya, hal ini sebenarnya sangat kejam. Yang mau tidak mau anak harus menuruti perintah orang tuanya agar dunia dan kebahagiaannya tidak hancur.

4. Terpaksa melakukan banyak hal yang diinginkan orang tuanya

Anak poli dipaksa belajar alat musik, menyanyi, les, bahkan disekolahkan sehari penuh yang belajar di sana dari pagi hingga sore. Memaksa anak untuk melakukan banyak hal demi tujuan orang tuanya juga termasuk pelecehan anak.

Memang pada dasarnya banyak orang tua yang melakukan hal ini agar anaknya memiliki bakat dan dapat membagi diri dengan baik. Tetapi jika anak tidak mau dan dia sangat lelah secara fisik dan mental, maka ini termasuk pelecehan anak.

5. Melakukan kekerasan fisik dan verbal dengan alasan mendidik anak

Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam mendidik dan mendisiplinkan anak-anaknya, tetapi tidak dapat dibenarkan untuk melakukan kekerasan fisik pada anak. Nir hanya mengancam akan menakut-nakutinya, tapi malah memukul dan menamparnya.

Tidak ada anak yang tumbuh dengan baik jika diperlakukan kasar seperti ini, dan ini adalah kekerasan terhadap anak yang tidak boleh ditoleransi. Mendidik dan mengasuh anak tidak harus melibatkan penyerangan fisik sampai mereka babak belur, belum lagi tekanan berat yang akan melanda sepanjang hidup mereka.

Itu adalah lima metode pengasuhan yang termasuk anak melecehkan. Orang tua harus tahu agar tidak sembarangan dalam merawat anaknya, apalagi dampaknya terhadap kesehatan mental anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.