7 Tanda Cemburumu Sudah Gak Sehat, Mulai Posesif Salah Satunya

Bagikan Ke:
Facebook Twitter

Timbulnya perasaan cemburu merupakan hal yang wajar, apalagi saat Anda memberi isyarat bahwa pasangan Anda sedang dekat dengan lawan jenis. Kecemburuan sebenarnya bisa menjadi sehat jika diungkapkan dengan cara yang sempurna. Perasaan tersebut dapat mendorong pasangan untuk saling menghormati dan mempererat hubungan yang dibina.

Namun, jika kecemburuan itu berlebihan dan sampai mengganggu pasangan, hal ini sudah mengarah pada hal yang negatif. Akibatnya, hubungan Anda menjadi tidak sehat dan bisa terancam putus.

Apakah perasaan cemburu Anda terhadap pasangan juga termasuk dalam kategori tidak sehat? Yuk, cek tanda-tandanya di bawah ini.

1. Sering cek hp pasangan

Kebiasaan mengecek ponsel atau barang eksklusif pasangan adalah hal yang sering dilakukan orang-orang yang iri. Anda merasa perlu membuka semua pesan, galeri, hingga file disembunyikan sebagai tanda, bahwa pasangan Anda tidak bermain api di belakang punggungnya. Tidak ada rahasia di antara kita, mungkin itu prinsip yang kalian pegang.

Idealnya, menjalin hubungan perlu dilandasi dengan rasa saling percaya. Anda tidak perlu melanggar privasinya untuk menerima bukti karena kepercayaan tidak perlu bukti. Memiliki hubungan yang penuh dengan kecurigaan hanya akan membuatmu lelah dan tertekan.

2. Tetapkan pasangan yang dapat berinteraksi dengannya

Untuk mencegah pasangan Anda selingkuh, Anda mulai membatasi dengan siapa dia dapat berinteraksi. Mantan yang menarik dan lawan jenis membuatnya menjadi yang teratas dalam daftar. Anda mengharapkan pasangan Anda untuk menghindari atau meminimalkan interaksi dengan mereka sebanyak mungkin.

Hubungan yang sehat tidak pernah mengendalikan pasangannya. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap orang ketiga, Anda bisa menyampaikannya dengan baik kepada pasangan alih-alih mengekang hubungan. Intinya, Anda dan pasangan harus memegang komitmen dan saling percaya.

3. Ingin selalu bersama pasangan

Anda harus melihat pasangan Anda sesering mungkin, atau setidaknya menelepon mereka, hampir setiap saat. Bahkan, Anda tak segan-segan menyuruhnya untuk meninggalkan teman, keluarga, atau aktivitas yang ia lakukan hanya untuk bisa berduaan dengan Anda.

Alih-alih bersikap romantis, perilaku ini menunjukkan bahwa Anda sangat egois. Pasangan yang baik tidak pernah menuntut orang yang dicintainya untuk selalu fokus pada dirinya sendiri. Karena ia menyadari bahwa setiap orang juga berhak menikmati waktu untuk dirinya sendiri.

4. Mudah curiga

Kurangnya kepercayaan seringkali menjadi akar masalah dalam hubungan yang beracun. Akibatnya, Anda pun menjadi curiga terhadap pasangan Anda.

Misalnya, ketika dia mengangkat telepon dari Anda untuk waktu yang lama atau kebetulan didekati oleh lawan jenis. Anda baru saja memarahi dan menuduhnya konyol.

Pasangan yang baik tidak pernah menaruh kecurigaan yang tidak berdasar pada orang yang dicintainya. Sekali lagi, saling percaya dan komunikasi yang baik adalah kuncinya.

5. Posesif terhadap pasangan

Karena obsesi Anda dengan pasangan, Anda merasa dia milik Anda dan rela melakukan apa saja agar tidak kehilangan dia. Jenis romantisme berlebihan ini bisa berbahaya, jika Anda kemudian merasa berhak mengendalikan dan membatasi hidup pasangan Anda. Misalnya melarangnya berinteraksi dengan lawan jenis dan selalu mengecek telepon selular-miliknya.

Sikap posesif disebabkan oleh perasaan merasa tidak aman, kecemburuan yang berlebihan dan rasa takut kehilangan pasangan. Untuk mengatasinya, Anda perlu memupuk rasa saling percaya dan menjalin komunikasi yang baik. Jika Anda merasa sulit untuk menghilangkan sifat negatif ini, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan ahli kesehatan mental seperti psikolog.

6. Menuntut berita dari pasangan

Ciri lainnya adalah Anda selalu menghubungi pasangan hampir setiap saat saat tidak bersama. Anda ingin tahu di mana dia sekarang, apa yang dia lakukan, dan dengan siapa dia. Jika Anda tidak menerima respons cepat darinya, ini bisa membuat Anda cemas atau bahkan marah.

Memantau semua aktivitas pasangan bukan lagi bentuk perhatian, melainkan sudah sampai pada tahap menyela orang lain. Hidup pasangan Anda bukan hanya tentang Anda. Dia pantas menikmati bagian lain dari hidupnya tanpa harus mengkhawatirkanmu sepanjang waktu.

7. Ketergantungan emosional pada pasangan

Anda sangat mencintai pasangan Anda sehingga Anda tidak tahan berpisah darinya. Hayati merasa sangat cantik saat bersamanya. Pikiran harus kehilangan sosoknya bisa membuat Anda merasa gila dan ingin mati saja.

Bergantung pada kebahagiaan orang lain adalah sebuah sifat hubungan beracun. Ingat, pasangan Anda hanyalah bagian dari hidup Anda, bukan esensi dari segalanya. Buang sifat ini jika Anda tidak ingin merusak kedamaian hidup Anda dan orang lain.

Cemburu adalah tanda cinta. Namun, jika perasaan ini berlebihan dan mengganggu orang yang Anda sayangi, itu bukan lagi ancaman eksternal yang dapat menghancurkan hubungan Anda. Kaulah yang menjadi penyebabnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.