BOKEH  

Penerapan ragam hias pada Bahan Tekstil bertujuan untuk

Ditanyakan oleh wiki @ 02/08/2021 di Seni dilihat oleh 29199 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 08/08/2021 di Seni dilihat oleh 25450 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 29/07/2021 di Seni dilihat oleh 4658 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 30/07/2021 di Seni dilihat oleh 4534 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 10/08/2021 di Seni dilihat oleh 3995 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 29/07/2021 di Seni dilihat oleh 3912 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 31/07/2021 di Seni dilihat oleh 3365 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 10/08/2021 di Seni dilihat oleh 3346 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 02/08/2021 di Seni dilihat oleh 3107 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 20/08/2021 di Seni dilihat oleh 3089 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 23/08/2021 di Seni dilihat oleh 2924 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 01/08/2021 di Seni dilihat oleh 2809 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 03/08/2021 di Seni dilihat oleh 2764 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 23/08/2021 di Seni dilihat oleh 2605 orang

Ditanyakan oleh wiki @ 02/08/2021 di Seni dilihat oleh 2578 orang

Rumah “
Kelas VII » Penerapan Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Penerapan ornamen flora, fauna, dan geometris pada bahan tekstil banyak dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dapat dilakukan dengan cara membatik, menenun, menyulam, menyulam dan melukis. Tekstil adalah bahan yang berasal dari serat yang diolah menjadi benang atau kain sebagai bahan pembuatan pakaian dan berbagai produk kerajinan lainnya. Tekstil dibuat dengan menenun benang pakan dan benang lusi dalam berbagai pola tenun. Alat yang digunakan untuk membuat bahan tekstil dapat dilakukan dengan alat tenun tradisional maupun modern.

Jenis dan Sifat Bahan Tekstil
Bahan tekstil memiliki berbagai jenis dan bahan dasar yang berasal dari alam dan buatan. Bahan dasar tekstil akan mempengaruhi sifat bahan tekstil yang telah dihasilkan. Jenis tekstil dapat diidentifikasi dari perbedaan jenis benang dan tekstur permukaannya. Benang dibuat dari bahan alami atau buatan. Pada dasarnya serat tekstil berasal dari tiga unsur utama yaitu serat dari alam (tumbuhan dan hewan), serat buatan (sintetis) dan mineral (asbes, logam).

  • Serat alam yang berasal dari tumbuhan antara lain: kapas, linen, rayon, nanas, pisang. Serat alam yang berasal dari hewan yaitu : dari bulu beri-beri, sedangkan bahan yang berasal dari serat tersebut adalah wol.
  • Serat buatan (termoplastik) adalah bahan tekstil yang berasal dari serat buatan tersebut berupa dakron, poliester, nilon.
  • Serat mineral adalah bahan yang berasal dari dalam tanah, misalnya asbes dan logam, benang logam, bahan asbes banyak digunakan untuk sumbu kompor minyak tanah, untuk mengisi berbagai bunga yang berasal dari berbagai bahan tekstil seperti: stoking, nilon, tula dan bahan rajutan. .
  • Serat logam banyak digunakan untuk membuat berbagai jenis benang, seperti benang emas, benang perak, tembaga, aluminium, selain itu ada juga benang logam yang dilapisi dengan plastik.

Benang katun terbuat dari kapas. Benang sutera terbuat dari serat yang berasal dari kepompong ulat sutera. Kain wol terbuat dari bulu domba. Bahan benang buatan seperti dakron, poliester dan nilon digunakan untuk membuat jenis tekstil tertentu. Bahan benang lainnya, seperti serat agel dan serat rami, digunakan untuk produk tekstil lainnya, seperti tas dan macrame. Jenis bahan tekstil tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda, sebagai berikut:

  • Kapas memiliki sifat menyerap air, mudah kusut, fleksibel, dan dapat disetrika dengan panas tinggi.
  • Wol sangat lentur, tidak mudah kusut, tahan panas, bila dipanaskan menjadi lebih lembut.
  • Sutra lembut, halus, berkilau, kenyal, dan kuat. Bahan sutra banyak menyerap air dan terasa sejuk saat digunakan.
  • Tekstil berbahan dakron, poliester dan nilon memiliki sifat tidak tahan panas, tidak mudah kusut, tidak perlu disetrika, kuat, dan cepat kering saat dicuci.
  • Bahan tekstil yang berasal dari brokat, lumpuh dan songket mudah berubah warna, tidak mudah kusut, tidak menyerap air, dan tidak tahan terhadap suhu penyetrikaan yang tinggi.

Jenis dan Bahan Pewarna Tekstil

Bahan tekstil dapat diwarnai baik dari pewarna alami maupun pewarna buatan. Setiap Zat warna ini memiliki sifat dan jenis yang berbeda-beda.

Zat warna alam adalah zat warna yang diperoleh dari alam/tumbuhan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pewarna alami dihasilkan dari ekstrak akar, daun, buah, kulit kayu dan kayu. Pewarna alami seperti soga dan kesumba.

  • Soga adalah pewarna alami yang berasal dari pohon soga. Bahan yang berasal dari kulit kayu soga jambal berwarna coklat, sedangkan kulit pohon soga tengeran berwarna kuning, soga tinggi berwarna merah.
  • Kayu kuning (cudranis javanenses) menghasilkan warna kuning.
  • Alpukat menghasilkan warna hijau dan coklat.
  • Jati dan secang menghasilkan warna merah.
  • Mengkudu atau pace menghasilkan warna coklat.
  • Kesumba menghasilkan warna oranye.

Pewarna buatan (sintetis) terbuat dari bahan kimia, seperti naptol dan indigosol. Pewarna naptol digunakan dengan teknik pencelupan, sedangkan pewarna indigosol dapat digunakan dengan teknik celup atau corat-coret (melukis). Pewarna buatan memiliki sifat yang tidak mudah pudar dan tahan terhadap sinar matahari. Di sisi lain, pewarna alami mudah pudar dan pudar karena tidak tahan terhadap sinar matahari.

Teknik Menggambar Ragam Hias pada Bahan Tekstil

Penerapan ragam hias pada bahan tekstil dilakukan dengan berbagai teknik, seperti bordir, batik, sablon, tenun ikat, bordir, dan songket.

  • Sulam adalah teknik menggambar yang bertujuan untuk menjadi hiasan dengan menggunakan alat jahit seperti jarum sulam, benang, dan peniti. Selain benang, hiasan untuk bordir atau bordir bisa menggunakan bahan seperti besi tua, mutiara, manik-manik, bulu, dan payet.
  • Batik adalah cara membuat/menggambar motif pada kain atau bahan lain dengan sistem penutup dengan lilin, pencetakan dan pencelupan dengan warna. Batik tulis menggunakan canting, batik cap menggunakan cap, batik celup menggunakan dasi.
  • Sablon adalah teknik menggambar pada bahan dengan bentuk yang kita inginkan. Proses sablon menggunakan sablon dan rak sablon dalam pengerjaannya.
  • Tenun Ikat adalah suatu karya tenun berupa kain yang ditenun dari untaian benang pakan atau benang lusi yang sebelumnya diikat dan dicelupkan ke dalam pewarna alam. Alat tenun yang digunakan adalah alat tenun, bukan mesin.
  • Bordir adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan lain dengan jarum dan benang jahit. Perbedaan bordir dan bordir terdapat pada alat yang digunakan untuk bordir dengan tangan, sedangkan bordir menggunakan mesin bordir.
  • Teknik songket adalah teknik menenun dengan menggunakan benang emas atau benang perak. Selain benang emas atau perak, ada jenis benang sutera berwarna, ada yang menggunakan benang bordir, ada yang menggunakan benang katun berwarna dan sebagainya. Tetapi semua jenis benang digunakan untuk menghiasi permukaan kain tenun, bentuknya mirip dengan bordir dan dibuat bersamaan dengan tenun dasar kain tenun.

Penerapan dekorasi pada bahan tekstil misalnya dilakukan pada kaos. T-shirt terbuat dari bahan yang menyerap cat. Bahan pewarna yang digunakan misalnya cat tekstil atau cat sablon dengan kuas. Berikut ini adalah contoh penerapan motif hias pada produk kaos, dengan menggunakan teknik menggambar.

  • Siapkan gambar desain dekoratif di atas kertas.
  • Siapkan kaus oblong putih dan masukkan alas karton atau triplek di dalamnya agar lukisan tidak merembes ke belakang.
  • Pindahkan gambar desain dekoratif ke permukaan kemeja dengan pensil.
  • Selesaikan gambar desain dengan menerapkan warna-warna menarik dengan alat kuas.
  • Keringkan hasil gambar dekoratif dengan pengering rambut atau di bawah sinar matahari.

Bentuk dekoratif dapat diterapkan pada media tekstil salah satunya dengan menggunakan teknik menggambar. Menggambar pada tekstil t-shirt adalah pilihan yang layak. Pewarnaan dapat dilakukan dengan menggunakan cat tekstil atau cat sablon. Proses pembuatannya bisa menggunakan kuas dan diberi campuran berbagai warna

Menggambar dengan bahan tekstil (kaos) meliputi langkah-langkah berikut:

  • Buat sketsa dekorasi yang telah dipilih.
  • Gunakan triplek atau karton tebal sebagai alas kaos dan letakkan di bagian dalam agar tidak merembes ke belakang.
  • Beri warna pada dekorasi.
  • Jemur gambar yang dihasilkan di bawah sinar matahari atau gunakan pengering rambut (hair dryer).

Dikirim oleh Nanang_Ajim

Mikirbae.com Diperbarui pada: 20:58

Leave a Reply

Your email address will not be published.